26/09/2026

Sejarah

SEJARAH MAN 22 JAKARTA

“Dari Kelas Jauh Menjadi Madrasah Unggul Berprestasi”

A. Pendahuluan

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta merupakan salah satu madrasah aliyah negeri di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia yang berada di Jalan KH. H. Djunaidi No. 104, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Kota Administrasi Jakarta Barat. Sejak berdiri sebagai madrasah negeri yang mandiri, MAN 22 Jakarta terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu melahirkan lulusan yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Perjalanan MAN 22 Jakarta tidak berlangsung secara instan. Madrasah ini tumbuh melalui proses panjang, mulai dari sebuah kelas jauh hingga akhirnya menjadi madrasah negeri mandiri yang dikenal sebagai salah satu madrasah unggulan di Provinsi DKI Jakarta.


B. Awal Perintisan (1997)

Sejarah MAN 22 Jakarta berawal pada tahun 1997 ketika kebutuhan masyarakat Jakarta Barat terhadap pendidikan madrasah aliyah negeri semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibentuklah MAN 1 Jakarta Kelas Jauh (Filial) Palmerah.

Gedung madrasah diresmikan pada 3 Januari 1997 oleh Gubernur DKI Jakarta, Soerjadi Soedirdja. Pada masa awal berdiri, madrasah dipimpin oleh H. Ahid Rachmat Ruslan. Kehadiran kelas jauh ini menjadi solusi bagi masyarakat Palmerah dan sekitarnya untuk memperoleh pendidikan menengah berbasis Islam yang berkualitas tanpa harus menempuh jarak yang jauh menuju MAN induk.


C. Masa Pertumbuhan (1997–2009)

Selama lebih dari satu dekade berstatus sebagai kelas jauh MAN 1 Jakarta, madrasah mengalami perkembangan yang pesat. Jumlah peserta didik terus meningkat setiap tahun. Kepercayaan masyarakat semakin tinggi karena kualitas pembelajaran yang semakin baik serta didukung tenaga pendidik yang profesional.

Pada masa ini berbagai sarana pendidikan mulai dilengkapi, budaya akademik dibangun, dan pembinaan karakter keislaman menjadi ciri khas pendidikan di madrasah. Prestasi peserta didik dalam bidang akademik maupun nonakademik mulai bermunculan sehingga memperkuat eksistensi madrasah di wilayah Jakarta Barat.

Keberhasilan tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Agama Republik Indonesia untuk meningkatkan status kelembagaan menjadi madrasah negeri yang berdiri sendiri.


D. Menjadi MAN 22 Jakarta (2009)

Momentum penting terjadi pada 19 Juni 2009, ketika Menteri Agama Republik Indonesia menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 93 Tahun 2009 tentang penegerian dan pendirian beberapa madrasah aliyah negeri.

Melalui keputusan tersebut, MAN 1 Jakarta Kelas Jauh Palmerah resmi berubah status menjadi Madrasah Aliyah Negeri 22 Jakarta (MAN 22 Jakarta).

Perubahan status tersebut menjadi tonggak sejarah baru karena sejak saat itu MAN 22 Jakarta memiliki kewenangan penuh dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kurikulum, pengelolaan sumber daya manusia, serta pembangunan sarana prasarana secara mandiri di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia.


E. Perkembangan Kepemimpinan

Perjalanan MAN 22 Jakarta tidak dapat dipisahkan dari dedikasi para kepala madrasah yang terus membawa perubahan sesuai tuntutan zaman.

Daftar Kepala MAN 22 Jakarta:

  • Drs. H. Ahmad Saifullah (2009–2011)
  • Drs. Triisnadian (2011–2013)
  • Dra. Hj. Ida Susilawati, M.M. (2013–2020)
  • Drs. Usman Ali, M.Pfis. (2020–2023)
  • Fakhri Rahimi, M.A. (2023–sekarang)

Di bawah kepemimpinan mereka, MAN 22 Jakarta terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi pembelajaran, pembangunan fasilitas pendidikan, serta pengembangan berbagai program unggulan.


F. Era Transformasi

Memasuki era pendidikan abad ke-21, MAN 22 Jakarta melakukan berbagai transformasi.

Madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, kepemimpinan, kedisiplinan, dan moderasi beragama.

Beberapa inovasi yang dikembangkan antara lain:

  • Program Asrama MAN 22 Jakarta.
  • Program Tahfiz Al-Qur’an.
  • Digitalisasi pembelajaran.
  • Pembinaan Olimpiade Sains.
  • Olimpiade Bahasa Arab.
  • Pembinaan riset ilmiah.
  • Penguatan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jepang.
  • Kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga nasional.

G. Prestasi yang Terus Bertumbuh

Dalam beberapa tahun terakhir, MAN 22 Jakarta menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.

Prestasi peserta didik berhasil diraih pada tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional dalam bidang:

  • Olimpiade Sains
  • Olimpiade Bahasa Arab
  • Kompetisi Riset
  • Tahfiz Al-Qur’an
  • Pencak Silat
  • Atletik
  • Paskibra
  • Robotik
  • Bahasa Jepang
  • Berbagai kompetisi akademik lainnya.

Selain itu, setiap tahun lulusan MAN 22 Jakarta berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri ternama melalui jalur SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, maupun jalur prestasi lainnya.


H. Menuju Madrasah Bertaraf Global

Saat ini MAN 22 Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai madrasah unggul yang memadukan keunggulan akademik, karakter Islami, penguasaan teknologi, serta wawasan global.

Dengan dukungan guru yang profesional, tenaga kependidikan yang kompeten, sarana prasarana yang terus berkembang, serta sinergi dengan orang tua, alumni, dan berbagai mitra strategis, MAN 22 Jakarta berkomitmen mencetak generasi yang beriman, berilmu, berprestasi, berintegritas, serta mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Semangat tersebut menjadi fondasi bagi MAN 22 Jakarta untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik, sehingga mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mempertahankan jati dirinya sebagai madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan, iman, dan akhlak.